Dampak Tidak Mengenakan Celana Dalam Pria

Dampak Tidak Mengenakan Celana Dalam Pria

Celana dalam pria sebenarnya wajib untuk dikenakan. Dulu, masyarakat belum mengenakan celana dalam karena keadaan dimana belum ada teknologi dan kecerdasan yang mencetuskan pakaian dalam. Namun saat ini karena teknologi sudah semakin maju dan ilmu kesehatan juga sudah sangat baik maka para ahli menyarankan pria untuk wajib mengenakan pakaian dalam. Organ vital hanya ada satu dan harus dijaga dengan sangat baik. Jika sampai organ vital Anda sakit atau terluka maka dampak yang akan dirasakan juga semakin besar. Tentu saja Anda tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? Ada banyak jenis dan model pakaian dalam khusus pria di pasaran yang bisa Anda pilih.

Anda Wajib Mengenakan Celana Dalam Pria

Hal-hal dibawah ini menjadi sebuah hal yang sangat krusial terutama untuk segi kesehatan organ vital Anda sebagai pria. Untuk itulah membiasakan mengenakan celana dalam pria sejak kecil adalah sebuah keharusan. Jangan termakan isu yang kurang baik karena kesehatan sejatinya adalah bentuk bersyukurnya Anda pada kehidupan yang sudah diberikan oleh Tuhan.

  • Celana dalam bisa mencegah selangkangan agar tidak berbau
Selangkangan menjadi bagian yang sangat sensitif dan harus dijaga dengan baik. Seringkali karena aktivitas tinggi membuat selangkangan menjadi lembab dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Dengan mengenakan celana dalam maka masalah ini bisa diatasi dengan baik. Jangan lupa untuk memilih pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun lembut yang menyerap kelebihan keringat.

  • Pencegahan terhadap radang dan iritasi
Karena gesekan dari pakaian yang Anda kenakan penggunaan celana dalam pria menjadi sangat penting. Celana dalam bisa meminimalisir iritasi dan jika dibiarkan akan menjadi radang karena terlalu parah. Jangan sampai hal tersebut terjadi pada Anda.

  • Melindungi Mr P dari guncangan dan juga benturan benda tajam
Aktivitas sering tidak tentu dan jika Anda tidak mengenakan pakaian dalam maka kemungkinan organ vital akan terkena benturan atau guncangan juga sangat besar. Jangan sampai hal buruk terjadi pada Mr P kebanggaan Anda karena dampaknya sangat besar. Pilih pakaian dalam yang ukurannya pas sehingga bisa menyangga organ vital dengan sangat baik.

  • Penyamaran saat Mr P ereksi di waktu yang tidak tepat
Organ vital pria bisa mengalami ereksi kapan saja dan jika Anda tidak mengenakan pakaian dalam maka semua orang bisa melihat hal ini. Tentu saja Anda akan merasa tidak nyaman bukan? Kenakan pakaian dalam maka disaat ereksi Anda akan terselamatkan.

Untuk memilih celana dalam pria yang baik maka pilih dari brand yang sudah terpercaya. Jangan sampai salah memilih karena bisa berdampak kurang baik. Jangan pilih bahan yang kasar karena bisa melukai kulit organ vital yang cenderung sensitif dan lembut.

Loapi, Nama Malware yang Bisa Merusak Smartphone Android Secara Fisik



Keberadaan malware penambang mata uang digital seperti Bitcoin sudah lama menghantui pengguna perangkat komputer dan gadget. Biasanya, malware jenis ini menyusup perangkat melalui jaringan internet.

Kini, sebuah malware penambang cryptocurrency dikabarkan tengah mengincar perangkat Android. Loapi namanya. Berdasarkan informasi yang beredar, virus ini berpotensi merusak perangkat Android terinfeksi.

Keberadaan Loapi ditemukan pertama kali oleh perusahaan keamanan internet Karspersky. Menurut Karspersky, Loapi menyusup ke perangkat Android melalui iklan berkedok aplikasi antivirus, SMS spam, dan konten dewasa.

Seperti dirangkum KompasTekno dari Trustedreview, Kamis (21/12/2017), Loapi dapat mengambil alih kontrol perangkat Android. Setelah itu, smartphone itu digunakan sebagai penambang mata uang digital, seperti bitcoin dan monerom.

Perangkat yang sudah terinfeksi oleh Loapi akan terus dipaksa untuk bekerja. Akibatnya, baterai menjadi panas sehingga dapat merusak smartphone.

Dalam uji coba yang dilakukan oleh peneliti Kaspersky Lab, baterai smartphone yang terinfeksi Loapi selama dua hari ini sampai rusak. Baterainya membengkak sampai membuat punggung ponsel terbuka. Smartphone pun otomatis tidak bisa dipakai lagi karena baterainya rusak.

Celakanya lagi, Loapi memiliki sistem pertahanan yang cukup kuat sehingga sulit untuk diberantas. Sebab saat pengguna berupaya untuk menghapus izin dari aplikasi yang terinfeksi Loapi, akan muncul pop-up yang menghalangi layar.

Meski berpotensi merusak perangkat, Karsperky menyebutkan bahwa Loapi tidak difungsikan untuk mencuri data pengguna seperti nomor identitas atau kartu kredit yang tersimpan pada perangkat. Meski begitu, keberadaan Loapi tetap perlu diwaspadai.

Perdebatan Steve Jobs Dengan Desainer iPhone Soal Tombol "Back"



Salah satu fitur ikonik iPhone terletak pada tombol home yang desainnya tak banyak berubah sejak satu dekade lalu. Tombol home itu merupakan satu-satunya yang terpatri di bawah layar iPhone, tak ditemani tombol back maupun tombol recent yang lebih identik dengan smartphone Android.

Meski demikian, terungkap fakta bahwa pendiri Apple, Steve Jobs, sebenarnya menginginkan tombol back ketika pertama kali merilis iPhone pada 2007 lalu. Hal ini tertera dalam buku berjudul The One Device: The Secret History of The iPhone karangan Brian Merchant.

Dalam buku tersebut tertulis bahwa pada 2007 lalu terjadi perdebatan antara desainer Apple kala itu, Imran Chaudri, dengan Jobs. Chaudri adalah salah satu orang kepercayaan Jobs yang menghabiskan 19 tahun bekerja di tim Human Interface Apple.

Perdebatan antara Chaudri dan Jobs menyoal apakah tombol home perlu ditemani tombol back atau tidak. Menurut Chaudri, iPhone semestinya tak “diganggu” dengan tombol fisik sama sekali, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (20/6/2017) dari Ubergizmo.

Namun, agaknya saat itu tak mungkin tidak mematrikan tombol home, mengingat fungsinya yang krusial. Tombol back sendiri dianggap Chaudri tak penting karena bisa dikerjakan tanpa harus mematrikan tombol khusus.

“Kebanyakan vendor ponsel menonjolkan banyak fitur, membuat pengguna pusing, dan akhirnya beberapa fitur tak dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Tombol back akan menambah kompleksitas penggunaan,” kata Chaudri ke Jobs.

“Pada akhirnya saya memenangkan perdebatan,” Chaudri menuturkan dalam buku karangan Brian Merchant.

Selain soal tombol back, buku terbaru dari Brian Merchant secara garis besar mencoba mengatakan pada publik bahwa pengembangan iPhone merupakan kerja tim dan bukan semata-mata berkat kejeniusan Steve Jobs.