Jumat, 12 April 2019

Inilah Manfaat Kartu Indonesia Sehat yang Dirasakan Masyarakat

Inilah Manfaat Kartu Indonesia Sehat yang Dirasakan Masyarakat

3 kartu baru Jokowi kini menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia. Ketika Calon Presiden Joko Widodo menyapa pendukungnya pada sosialisasinya yang diselenggarakan di Malang, Jawa Timur, beliau memperkenalkan kartu sakti terbarunya sebagai kartu unggulan untuk pemilihan pilpres tahun ini. 3 kartu ini nantinya akan berguna bagi kesejahteraan masyarakat.

Berbica tentang 3 kartu baru Jokowi, Jokowi pernah mengusung salah satu kartu andalannya pada masa pemerintahannya pada tahun-tahun sebelumnya. Kartu Indonesia Sehat (KIS) menjadi salah satu program kartu yang mencapai keberhasilan dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. KIS menjadi program pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya menurut survey ALVARA Research Center. Dalam survey tersebut, KIS berada di urutan teratas dari 10 program pemerintah.

Program ini mendapatkan skor 68% disusul oleh program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan pembangunan infrastruktur. Kehadiran program ini faktanya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Berdasarkan data BPJS kesehatan, jumlah peserta yang terdaftar dalam program ini telah mencapai 216.152.549 yaitu sekitar 82% dari total penduduk Indonesia per 10 Januari 2019.

KIS (Kartu Indonesia Sehat) merupakan program yang digagas oleh Presiden Jokowi dengan tujuan memberikan perlindungan kesehatan dan mengurangi beban biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat. KIS berfungsi untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Kartu ini dapat digunakan oleh faskes tingkat pertama dan tingkat lanjut.

KIS berbeda dengan BPJS. Perbedaannya terletak pada sasaran atau pihak penerimanya. Lalu, apa saja manfaat yang diberikan oleh kartu ini? Simak ulasan berikut ini.

1. Anggota Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan masyarakat yang tidak mampu. Pemberian kartunya pun oleh pemerintah. Pembayarannya disubsidi oleh pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu repot mengeluarkan uang tagihan. Berbeda dengan BPJS yang harus membayar iuran setiap bulannya.

2. Kartu Indonesia Sehat dapat digunakan dimanapun, baik di klinik, puskesmas, maupun rumah sakit mana pun yang ada di Indonesia. Rumah sakit yang dituju tidak harus terdaftar, berbeda dengan BPJS.

3. Manfaat lainnya yaitu KIS tidak hanya digunakan untuk pengobatan, tetapi juga dapat digunakan untuk pencegahan. Sementara itu BPJS hanya digunakan jika kondisi kesehatan benar-benar parah atau mengharuskan adanya perawatan.

4. Dengan adanya program ini, pertumbuhan ekonomi pun turut merasakan manfaatnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Menurut survey yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI pada tahun 2016, kontribusi Kartu Indonesia Sehat terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp. 152,2 triliun di tahun 2016 dan kemungkinan besar angkanya bisa mencapai Rp. 289 triliun di tahun 2021.

Data menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari Kartu Indonesia Sehat ini. Pada tahun 2018, pemanfaatan pelayanan kesehatan di seluruh tingkat layanan mencapai 233,8 juta pemanfaatan atau jika dirata-ratakan mencapai 640.765 per harinya.

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa, program ini dapat meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia sampai 2,9 tahun. Kartu Indonesia Sehat menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselengarakan oleh BPJS Kesehatan.

Jika Joko Widodo terpilih sebagai Presiden di tahun 2019 ini, maka akan diluncurkan 3 kartu baru Jokowi yang tentunya akan memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.

Demikianlah ulasan manfaat dari Kartu Indonesia Sehat Bagi Masyarakat Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar