Pemerintah memang dengan gencar meratakan vaksinasi covid untuk anak anak sampai Lansia. Untuk anak anak sendiri dimulai dari usia 12 tahun, sehingga bayi masih belum termasuk untuk vaksinasi covid ini. Tetapi bayi juga harus mendapatkan imunisasi atau vaksinasi. Dan berikut cara mengatasi ketika bayi demam setelah vaksin.

Apakah Bayi dan Anak Anak Sakit Setelah Vaksin?

Mungkin banyak yang masih penasaran apakah anak anak ataupun bayi akan mengalami sakit setelah vaksin? Memang bagi bayi, anak anak juga orang dewasa kemungkinan akan mengalami efek samping. Hanya saja efek samping yang dihasilkan jarang yang serius. Risiko imunisasi dibilang lebih rendah dibandingkan resiko dari penyakitnya jika tidak vaksin.

Masing masing efek samping yang dihadirkan akan berbeda, tergantung dari jenis vaksinnya juga kondisi yang bersangkutan. Umumnya efek samping yang didapatkan mulai dari sakit di area suntikan, bengkak atau kemerahan pada area yang disuntik dan juga tidak enak badan. Tidak enak badan ini bisa berupa demam ringan, sakit kepala sampai hilang selera makan. 

Sehingga bayi demam setelah vaksin termasuk efek samping yang kerap terjadi. Tidak hanya pada bayi saja, pada anak anak juga dewasa juga terjadi. Demam yang melebihi 38, 8 termasuk efek samping tingkat sedang. Biasanya dibarengi dengan sendi kaku, sampai pembengkakan otak. Namun hal tersebut sangat jarang terjadi di level sedang atau level berat.

Cara Mengatasi Demam Pasca Vaksin

1. Memeriksa Suhu Tubuh

Hal pertama ketika bayi anda mengalami efek samping imunisasi, maka anda jangan panik. Demam menjadi efek samping paling banyak terjadi, maka anda harus memeriksa suhu bayi anda. Pastikan anda memiliki termometer di rumah, kemudian tinggal ditempelkan pada ketiak, mulut atau dubur. Anda bisa melakukan pemeriksaan ini sekitar 4 jam sekali.

2. Memberikan ASI yang Cukup

Jika bayi demam setelah vaksin, anda bisa memberikan ASI yang cukup ataupun susu formula. Langkah ini sangat efektif untuk mencegah dehidrasi pada si kecil. Dengan begitu si kecil juga akan segera pulih dari demamnya. Memang tidak mudah bagi orang tua menghadapi bayi yang sedang rewel, tetapi langkah ini termasuk sangat efektif.

3. Mengenakan Pakaian Yang Nyaman

Agar bisa mudah beristirahat, anda bisa memberikan si kecil pakaian yang nyaman. Biasanya ketika si kecil sakit, tidak sedikit yang memberikan pakaian hangat yang berlapis lapis. Hal ini sebaiknya dihindari karena justru akan menjebak panas pada tubuh. Sehingga terjadilah bayi kejang, maka dari itu ada baiknya memberikan pakaian yang nyaman untuk si kecil.

4. Memberikan Obat Penurun Panas

Apabila demam tidak kunjung turun, anda juga bisa memberikan obat demam. Paracetamol atau ibuprofen menjadi pilihan untuk meredakan bayi demam setelah vaksin. Selain itu obat ini juga bisa mengurangi rasa nyeri akibat vaksin. Namun pastikan memberikannya sesuai dengan dosis yang diberikan, biasanya tergantung dari berat badan.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum memberikan obat ini. Tidak hanya obat yang diminum, saat ini juga ada plester demam yang bisa dimanfaatkan. Perlu anda ketahui bawah pemberian paracetamol sebelum vaksin tidak dianjurkan. Hal ini bisa mengurangi efektivitas vaksinnya, karena tidak sedikit yang melakukan hal ini.

Kondisi demam setelah mendapatkan imunisasi atau vaksin memang perlu diperhatikan. Pemberian ASI atau susu formula dengan sering serta tidak panik menjadi langkah paling awal. Apalagi jika demamnya tinggi melebihi 38.8 derajat atau lebih dari 3 hari. Jika demikian jangan menunggu lama, anda bisa langsung membawanya ke dokter.